PEMERINTAHANPOLISIRIAUROKAN HULU

Keos Masa Pendemo Bersama Kades Dihadang Warganya Sendiri

Warga tempatan yang menghadang mobil pendemo

Sorotperkara.id Rohul/Riau | Warga yang tinggal di Desa Bangun Jaya Rt 025/026 RW 07 Dusun III Desa Bangun Jaya tepatnya dijalan menuju Pabrik Kelapa Sawit PT MAN tetap mempertahankan penolakan semenisasi jalan menuju ke pabrik dengan kapasitas daya jalan seberat 6000kg (6 tonase). Senin (21/072025)

Hal itu dikatakan saat menghadang aksi unjuk rasa dari pihak masayarat desa Bangun Jaya yang tidak tinggal di RT 025/026 RW 07 Dusun III desa Bangun Jaya kecamatan Tambusai utara.

“Lucu meraka bukan tinggal disini, kok malah mereka yang demo dan ngotot mensemenisasi jalan ke Pabrik ini, Mestinya kami lah yang demo karna tinggal disini”. cetus seorang IRT yang merupakan warga yang asli tinggal di lokasi itu.

“Dari awal sudah kami sampaikan bahwa kami tidak menolak pembangunan jalan, silahkan dibangun disemenisasi tapi jangan ada batasan tonase, sebab di pabrik ini tempat suami kami mencari nafkah”. Sebut IRT Sarita Tiur Maita boru Sagala

Aksi unjuk rasa dari masyarakat yang bukan tinggal dilokasi semenisasi itu pun sempat memanas, bahkan terjadi saling dorong saat mobil komando pembawa Soud system mencoba memaksa masuk.

Aksi unjuk rasa semakin memanas saat pendemo juga memaksa menurunkan material base sertu untuk bahan semenisasi yang sempat menutup akses jalan menuju ke pabrik hingga terjadi kemacetan.

Puluhan personil polisi dari Polres Rokan Hulu dan Polsek Tambusai Utara saat berada dilokasi terlihat berupaya mengamankan jalannya aksi demonstran.

“Saya minta masyarakat untuk menahan diri, jangan ada yang anarkis, kami hadir disini dalam rangka Harkamtibnas tidak ada kepentingan lain”.ucap Kapolsek Tambusai Utara AKP Toni ditengah kerumunan masa

Lebih dari dua jam berorasi  terlihat hadir kades Bangun Jaya Yusrianto yang langsung menuju mobil komando pendemo yang disusul dengan Camat Tambusai Utara Sunarji S.pd.

Kehadiran Kades dilokasi aksi unjuk rasa sempat terjadi perbedaan pendapat dengan kapolsek Tambusai Utara, sebab menurut kapolsek Tambusai Utara AKP Toni Prawira STrK, SIK, MH,  paparan yang disampaikan Kades Bangun Jaya tentang pembangunan semenisasi kurang tepat.

“Saya mengerti tentang pembangunan dana desa, itu memiliki tahapan tahapan, salah satunya musrembang desa, betul pak kades”. sebutnya

Sambungnya lagi ” Mana yang akan disemenisasi itu merupakan kewenangan masyarakat itu sendiri, kami disini kalau pembangunan dana desa kami dukung seratus persen.

“Kita tidak mau kedua masyarakat keos, kita jaga Harkamtibnas,kalau ada kejadian kejadian kedua belah pihak saya yang paling bertanggung jawab disini”.ucapnya

Aksi unjuk rasa tentang pembangunan semenisasi yang dibatasi tonese  tersebut akhirnya difasilitasi oleh kapolsek Tambusai Utara untuk melakukan mediasi dikantor desa Bangun Jaya.

Mediasi yang tersebut dihadiri 1. Anggota DPRD Rohul Heni Wahyuni, 2. Kasat Intel Polres Rohul Ichsan, 3.Camat Tambusai Utara Sunarji, 4.Kapolsek Tambusai Utara AKP Toni, 5. Danpos Koramil Tambusai Utara R. Tambunan, 6. Kades Bangun Jaya Yusrianto.

Camat Tambusai Utara Sunarji S.pd saat diwawancarai mengatakan ” Adapun hasil dari mediasi ini adalah
Pihak PT MAN mensetujui program semenisasi dari Pemerintah Desa Bangun Jaya (Diwakili Hukas PT MAN) akan segera menyampaikan ke Manajemen PT MAN tentang tonase.

Pemerintah Desa Bangun Jaya memberikan waktu Dua Hari untuk melaksanakan kolaborasi dan koordinasi antara Pemerintah Desa Bangun Jaya dengan PT. MAN tentang Tonase, dan apabila 2hari tidak ada respon dari Manajemen PT. MAN, pelaksanaan pengerajaan semenisasi dengan kapesitas 6 ton tetap akan dikerjakan, dan tidak ada penghalangan dari pihak perusahaan PT
MAN dan diawal oleh Pihak Kepolisian (Polsek Tambusai Utara).

Terpisah Humas PT MAN, Hafizh saat diwawancarai di ruang R
rapat Meeting PT MAN kepada media ini turut menyampaikan ” kita siap berkolaborasi dengan pemdes Bangun Jaya mengenai semenisasi itu agar sesuai standar kami.”ucapnya

Tambahnya” sedikit perlu kami sampaikan bahwa PT MAN selama ini juga telah menyalurkan dana CSR nya ke rumah Ibadah Mesjid dan Gereja, selain itu PT MAN juga sebelumnya telah berkontribusi kepada desa dengan memberikan bantuan sebesar Rp3.500.000 ribu perbulannya yang sampai saat ini kami belum menerima kemana peruntukannya.

Kemudian mengenai perekrutan tenaga kerja kami juga telah mempekerjakan Warga tempatan termasuk warga yang direkomendasi oleh kepala desa Bangun Jaya Yusrianto, bila perlu kami siap menghadirkan pekerja yang direkomendasi itu.” Katanya. (Fp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button