PEMERINTAHANPOLISIRIAUROKAN HULU

Duduk Bergandeng Tangan, Ibu Ibu Rela Kaki di Semen Pertahankan Penolakan Kapasitas 6 Ton

Tolak kapasitas 6 ton jalan menuju ke pabrik warga rela kaki di cor semen

Sorotperkara.id Rohul/Riau | Siang itu dibawah  terik panasnya Matahari terdengar suara rintihan masyarakat kecil yang meminta suaranya didengarkan oleh pemerintah, suara rintihan itu terdengar begitu menyayat hati ” pak kami hanya ingin hidup dengan kedamaian, kami tidak menolak pembangunan semenisasi ini, kami hanya meminta jangan ada batasan tonase, silahkan disemenisasi pak”. Ucap seorang Ibu rumah tangga bersama warga yang berdomisili ditempat itu dihadapan pemerintah.

Kendraan yang lalu lalang melintas di jalan Desa Bangun Jaya – Mahato itupun terlihat melaju dengan pelan pelan,  sepintas kendraan yang lewat juga terut mengambil momen poto dan video seolah olah penasaran apa yang terjadi di Jalan menuju pabrik PKS PT MAN ( Merangkai Artha Nusantara) desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu pada haru Selasa (5/08/2025).

Dengan aksi protes secara duduk sambil menyampaikan aspirasi, puluhan warga itu juga terlihat di jaga ketat oleh pihak kepolisian dan Satpol PP, bahkan dari kerumunan warga itu terdengar lagu indonesia raya seolah olah mereka ingin menyampaikan pesan bahwa negara indonesia telah merdeka.

Warga juga terlihat sempat berdiskusi dengan pemerintahan setempat melalui Camat Tambusai Utara Sunarji S.pd, Kasatpol PP Rohul, Gorneng dan Kabag Ops Polres Rohul Kompol Amru Hutahuruk, dari diskusi itu terdengar kembali jeritan warga untuk memohon agar suara kecil mereka di dengar, ” suami kami kerja di pabrik pak camat, jika kapasitas jalan ini hanya bisa dilalui dengan 6 tonase secara otomatis memutus perekonomian kami”. Lirih mereka.

Kebisingan suara mesin  Molen atau Concrete Mixer menjadi pemicu pecahnya suasana, para pekerja dari desa Bangun Jaya terlihat memulai mengaduk Semen dan Pasir seakan menandakan memulainya pekerjaan. Dengan gerobak Angkong semen itu mulai dicurahkan, namun tidak membuat seorang wanita paruh baya bersama warga lainnya yang terlihat sedang duduk dalam aksi protesnya itu mundur, bahkan, kaki sempat tertimpa oleh semen cair yang siap membeku.

Agresif dari pihak keamanan juga terlihat, bukan mengamankan  tapi malah turut mendorong warga dan berupaya memecah kerumunan warga tempatan untuk mengamankan jalannya semenisasi walaupun kegiatan pekerjaan itu masih mendapat protes dari warga karena kapasitas dibatasi.

Seolah tak perduli dengan situasi, terlihat Kasat Intel Polres Rohul AKP Ichsan dengan suaranya” Satpol PP masuk masuk”. teriaknya sambil mengayunkan tangan sebagai tanda seolah memberi isyarat untuk membubarkan warga yang sedang melakukan aksi protes.

Petugas keamanan dari Polisi dan Satpol PP perlahan lahan terlihat mulai memasuki barisan kerumunan warga, aksi saling tarik dan dorong mendorong sudah tak terelakan. Bahkan terlihat salah seorang warga sampai terjatuh akibat dorongan dari pihak keamanan.

Warga yang ditarik paksa dan didorong hingga terjatuh akhirnya memilih untuk  membubarkan diri dengan serawut wajah penuh kekecewaan atas perlakuan pemerintah dan keamanan yang tetap memaksa jalan kapasitas 6 ton itu dilaksanakan. ” (fp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button