Transformasi Positif di Bawah Fonika Affandi: Lapas Kelas I Medan Jadi Role Model Nasional

Sorotperkara.id Medan/Sumut| Sejak kehadiran Fonika Affandi menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas I Dewasa Medan, suasana baru langsung terasa kental. Beliau membawa energi positif, berbagai inovasi, serta manajemen modern yang berhasil meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan secara signifikan.
Kepemimpinan yang tegas namun tetap humanis membuat kinerja Lapas Kelas I Medan kini menjadi rujukan dan contoh terbaik bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) lainnya di seluruh Indonesia dalam mengelola lembaga pemasyarakatan.
Hal ini disampaikan oleh seorang Staf Lapas yang namanya enggan disebutkan kepada sorotperkara.id 22/04/2026, saat dihubungi melalui telepon.
Pembukaan PORSENAP
Digelar pada 17 April 2026 di Lapangan Upacara, Fonika Affandi secara langsung memimpin acara tersebut. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter agar WBP lebih kreatif, disiplin, dan mandiri.
Bazar Produk Unggulan
Pada 10 April 2026, Kalapas memfasilitasi keikutsertaan tim dalam bazar di Kanwil Ditjen Pas Sumut. Berbagai hasil karya bernilai tinggi seperti kerajinan tangan hingga pembuatan gitar turut dipamerkan.
Donor Darah dan Cek Kesehatan sebagai wujud kepedulian sosial dalam rangka HBP ke-62, kegiatan ini dilaksanakan pada 21 April 2026 dan diikuti seluruh pegawai tanpa terkecuali.
“Kalapas memimpin apel besar tanggal 21 April 2026, menegaskan komitmen semua pihak untuk menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan lapas dari segala pelanggaran,” ujarnya.
Di akhir percakapan, sumber yang dikenal ramah dan rajin menyapa wartawan ini menambahkan:
“Awal April 2026 dibentuk Satuan Tugas Operasi Kepatuhan Internal (Satops Patnal) untuk memastikan seluruh petugas bekerja sesuai standar dan aturan yang berlaku. Selain itu, tes urine massal pun digelar tanggal 6 April 2026 sebagai bukti komitmen Bersinar (Bersih Narkoba).”
“Pembinaan rohani juga mendapat perhatian besar. Kalapas langsung memimpin kegiatan ibadah, termasuk ibadah Paskah dan Jumat Agung secara virtual. Perhatian khusus juga diberikan kepada WBP non-Muslim, sehingga semua bisa beribadah dengan nyaman dan imannya makin kuat,” terangnya.
“Pemberian hak-hak WBP diberikan secara GRATIS kepada yang memang layak dan sesuai skor penilaian di sistem, tanpa ada pungutan liar,” tegasnya.
Gaya kepemimpinan yang turun tangan langsung, kontrol menyeluruh hingga ke dapur, serta hubungan harmonis antara petugas dan WBP, Lapas Kelas I Dewasa Medan di bawah arahan Fonika Affandi membuktikan Lembaga sebagai tempat pembinaan yang efektif melahirkan manusia baru yang siap diterima masyarakat kembali. (Mei)






